BaliAnime
Selamat Datang!
Silahkan login untuk main bersama kami Sapa teman
Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

Most users ever online was 22 on Tue May 22, 2012 3:50 pm
Latest topics
» BA VS BOOTLEGGER
by LIRINA Mon Oct 31, 2016 5:48 pm

» mana gambar kalian?!
by Kaori Suruga Mon Sep 21, 2015 3:16 pm

» Fanfic (a new day ) -________- #judul yg gak nyambung
by LIRINA Tue Sep 16, 2014 3:45 pm

» Beck (2010) (J-Movie) (2010)
by Kaori Suruga Wed Apr 23, 2014 5:27 pm

» *Blood Lad*
by Kaori Suruga Wed Apr 23, 2014 5:20 pm

» Poker Online, Poker Facebook, Judi Online, Nagapoker
by batikseo Tue Apr 22, 2014 5:45 pm

» Poker Online, Poker Facebook, Judi Online, Nagapoker
by batikseo Tue Apr 22, 2014 5:45 pm

» Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter
by batikseo Wed Apr 16, 2014 5:31 pm

» Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter
by batikseo Wed Apr 16, 2014 5:30 pm

Statistics
We have 101 registered users
The newest registered user is harleraya

Our users have posted a total of 8552 messages in 280 subjects

Higurashi no Karasu

Page 1 of 5 1, 2, 3, 4, 5  Next

View previous topic View next topic Go down

Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Tue May 15, 2012 1:51 pm

Tahun 1989… Hujan sore masih saja turun dengan derasnya, di salah satu sudut jalanan desa terlihat seorang gadis berumur 14 tahun menggenggam sebuah senjata tajam berupa pedang samurai. Disekujur tubuhnya terdapat luka – luka yang cukup parah, namun ajaibnya luka – luka itu tertutup kembali dengan cepat.

“hosh… hosh… hosh…”

Deru nafas gadis berambut hitam itu begitu berat, ia Nampak sangat letih sehingga membuatnya menyender sebentar pada pintu grendel besi sebuah toko yang tutup. Awan sore kelabu yang dipandanginya tak berubah sejak tadi membuatnya kembali menghela nafas. Sesaat setelah mendapati tenaganya, ia kembali berjalan.

Beberapa bayangan hitam yang berupa benda tajam menyerang gadis ini dari belakang, dengan sigap dan cepat sang gadis menangkis dan memotong serangan tersebut. Serangan tak berhenti sampai sana, muncul beberapa rantai hitam mengunci tangan gadis itu. Ketika hendak memotong rantai yang membelenggu, gerakan cepat rantai mematahkan tulang tangannya dan menjatuhkan pedang miliknya. Darah banyak terciprat dan membaur dengan hujan yang membasahi bumi.

Sosok pria berjubah coklat hangat yang menggunakan topi sehingga menutupi wajahnya muncul didepan sang gadis, rantai yang menyakiti tadi rupanya berasal dari balik jubahnya. Perlahan, ia mendekati si gadis dan mulai berbicara…

“Karasu Megurine… sang Penjaga… rupanya kekuatanmu hanya segini saja.”

Dengan berkata sedikit sombong, sosok itu menarik kembali rantai miliknya sehingga makin menyakiti si gadis. Suara retakan tulang dan cipratan darah segar terdengar keras, walaupun segera sembuh… hal ini tetap menyakitkan bagi si gadis. Kemudian Gadis bernama Karasu Megurine itu kini angkat suara…

“ck, mahluk “Rein” sepertimu tak pantas berbicara sombong…”

Dengan cepat, Karasu mengambil pedangnya dengan tangan yang tak terluka dan memotong rantai hitam tersebut. Otomatis mahluk bernama “Rein” tadi terkejut dan mengantisipasi serangannya Karasu menggunakan pedang hitam pekat yang cukup besar. Benturan antar kedua benda pemotong itu menciptakan hempasan angin yang dahsyat dan memecah riak – riak air hujan yang turun.

“tak buruk untuk seorang penjaga yang gagal.”

Karasu hanya terdiam tak menanggapi ocehan monster itu. Ayunan demi ayunan dilancarkan dengan lihai menyerang Karasu yang berusaha bertahan dengan kondisi luka cukup serius. Hingga sebuah serangan besar monster itu berhasil memukul mundur diri gadis itu hingga membentur Tembok toko dengan sangat keras.

Dengan muntahan darah yang hebat, Karasu mencoba menghindar serangan berantai berikutnya yang menghancurkan toko tadi. Namun sebuah rantai sudah membelit kakinya dan dengan segera rantai itu mematahkan objek yang dibelitnya tersebut.
Belum cukup sampai disana, dengan mudahnya “Rein” mengangkat serta menghantamkan tubuh Karasu ke bumi dengan sangat keras.

“hahahaha, menyerah saja, kau tak mampu menandingiku.”

Suara gelak tawa monster itu begitu mencekam seolah membunuh mental orang yang mendengarkannya, namun berbeda dengan Karasu. Gadis itu malah tersenyum dingin walaupun badannya terluka parah. Entah darimana datangnya, terlihat burung – burung gagak mulai berdatangan dan mengelilingi tempat pertempuran itu, perlahan namun pasti… Karasu bangkit layaknya mayat yang baru saja dikubur. Senyum dinginnya masih terhias diwajahnya yang tertutup oleh poni rambut basah miliknya terkena air hujan.

Aura gelap yang sangat pekat keluar dari diri Karasu membuat suhu sekitar area itu turun drastis, ratusan burung gagak tadi hanya menatap tajam sang Rein yang terkaget – kaget itu. Butiran – butiran air hujan bagai melambat dan membeku diudara.

“k…kau…tidak mungkin ! kekuatan itu… kekuatan itu hanya mitos !”

“lalu… apa yang kau lihat sekarang ini ?”

Tanya karasu begitu dalam dan membuat Rein yang sombong tadi gentar, tak banyak bicara… Rein itu menyerang dengan pedang hitamnya yang haus darah. Dalam sekejap mata, Karasu mematahkan pedang besar itu, dan tak berhenti sampai disana… dengan satu hentakan saja pedang karasu sudah menancap tepat dikepala Rein tadi.

“mu…mustahil ! aku… tak mungkin kalah melawan anak… anak kecil perempuan sepertimu.”

“hadapilah kenyataan…”

Dengan sigapnya, Karasu membelah 2 badan Rein tadi sehingga darah hitam segar kental segera terciprat dan membaur dengan hujan yang turun. Darah kotor itu juga membasahi tubuh Karasu, suara riuh burung gagak yang terbang menyamarkan helaan nafas berat gadis yang menahan luka. Terlihat samar – samar pula mata kirinya itu berubah warna menjadi merah menyala, dengna sigap ia menutupi dengan telapak tangannya.

Karasu hanya bisa tertawa ‘Hampa’ sambil mendongkak kearah langit, ia berkata beberapa patah kata yang tak terdengar oleh kita. Namun ucapannya saat itu benar – benar mencerminkan sosok gadis yang benar – benar rapuh dan butuh seorang “PELINDUNG”…

ADITYart & SORAstory

Presented

Higurashi no Karasu

Prologue
~ The Girl, The Darkness and The
Crow ~
Tahun 1990, suasana desa itu sangat indah di jendela yang terlihat dari dalam sebuah kereta sederhana yang melaju dengan kecepatan ringan. Di dalamnya, terdapat sosok laki – laki berumur 15 tahun dengan penampilan sederhana dan rambut hitam sedikit urakan.
Pemuda itu Nampak menikmati udara segar yang dihirupnya, kemudian ia membongkar isi tas besarnya dan mengambil sepucuk surat lalu membacanya.

Kepada Asakura Kizu
Nak, kami sudah mengurus semua registrasi perpindahanmu ke tempat yang baru.
Maaf nak kalau ini mendadak, mengingat nenek dikampung sekarang sedang kurang sehat. Jadinya ia membutuhkan seorang yang bisa membantunya.
Jika ada waktu, ibu dan ayah juga akan segera menengok kesana.
Ibu tahu, walau kehidupan disana berbeda dari kota… namun ambilah sisi positifnya.
Kami berdua sayang kamu nak.
Sampaikan salam ibu dan ayah kepada nenek jika sudah sampai.
Salam manis dari ibu.
Asakura Honjo

P.s : carilah sahabat yang banyak. ^
u ^

Kemudian anak lelaki bernama Kizu itu tersenyum ringan sambil kembali memandangi pemandangan sawah yang terhampar luas menghiasi perjalanan kereta itu. Beberapa jam kemudian, kereta itu berhenti disebuah stasiun tua yang cukup nyaman. Dengan segera ia melangkahkan kaki keluar dari stasiun itu dan mencari alamat yang tertera pada suratnya tadi.
Perjalanan ini dia tempuh dengan berjalan kaki melewati hutan rindang dan sungai yang mengalir indah ke samudra. Nampak alamat rumah yang dituju berada didalam pegunungan sehingga perjalanan ini terasa sedikit berat.

Sebuah gerbang masuk tradisional terlihat berdiri kokoh ditengah pegunungan itu membuat setiap pengunjung yang datang merasa kagum melihatnya. Kizu kemudian disambut seorang pembantu gadis berumur sebaya dengannya, hal itu tentu membuat pemuda itu terkejut.

“anda pasti tuan Kizu, Nyonya besar sudah menunggu anda didalam. Silahkan lewat sini.” Dengan sopannya gadis itu mempersilahkan Kizu masuk.

“eh, i…iya. Te… terima kasih banyak.” Kizu Nampak Grorgi karena disambut gadis tadi. Kemudian dirinya segera diantar kehadapan sang nenek.

Setelah sampai diruangan yang dituju, Nampak seorang nenek yang sedang melihat pemandangan diluar dari kasur Futonnya yang empuk. Kemudian itu nenek itu segera menyuruh gadis tadi untuk mempersiapkan kamar untuk Kizu.

“maafkan nenek ya, nenek sudah merepotkan cucu nenek yang ganteng ini.”

“ah, tidak apa – apa nek. Lagipula suasana disini sangat nyaman daripada di kota sana. Jadinya ini juga kemauanku untuk pindah dan menemani nenek.”

“alangkah baiknya cucu nenek. Sekali lagi nenek mohon maaf sudah menyusahkanmu Kizu… Uhuk…”

“tidak apa nek, nenek istirahat saja supaya kondisinya membaik. Oh iya, ada salam juga dari ayah dan ibu. Mereka mengharapkan nenek cepat sembuh.”

“sekali lagi terima kasih banyak, Kizu”

Kizu tersenyum lepas dan segera menyelimuti neneknya itu. Kemudian pembantu tadi datang dan memberi tahu bawha kamarnya sudah disiapkan khusus untuk menjadi kamar Kizu. Tas dan koper yang dibawa Kizu tadi terlihat sudah tertata rapih diruangan itu, pembantu itu segera mempermisikan diri untuk melanjutkan pekerjaan rumahnya.

“kalau begitu, saya permisi dulu. Jika Tuan Kizu membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saya.”

“te…terima kasih banyak atas bantuannya.”

“permisi…” pembantu itu segera menutup pintu geser kamar Kizu.

Kamar Kizu sangat nyaman, dimana pemandangannya langsung menghadap ke seluruh desa sehingga menciptakan kesan lukisan nyata yang tak terduga. Dengan semangat yang timbul setelah melihat pemandangan itu, Kizu mulai membongkar serta menata semua kebutuhan yang akan digunakan sehari – harinya nanti.

Sebuah baju sekolah setelan pria kini tergantung disalah satu sudut ruangan itu, tanpa disadari olehnya… pukul sudah menunjukan pukul 6 petang. gadis yang tadi membantu membawakan barang Kizu datang dan memberi tahu bahwa makan malam akan siap dalam waktu 1 jam lagi.

Untuk membuang waktu yang ada, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mandi. Singkat cerita, kini dirinya juga nenek sudah berada diruang makan yang cukup megah dan luas untuk mereka berdua. Masakan yang dihidangkan bisa dibilang cukup mewah untuk Kizu yang baru pertama kali memakannya, tanpa ragu lagi iapun langsung melahap masakan yang telah dihidangkan tersebut. Neneknya hanya tertawa kecil melihat cucunya ini sudah dewasa dan berubah daripada Kizu kecil yang dulu pernah ia rawat.

“Kizu…” Panggil neneknya yang juga mulai melahap sesuap nasi.

“ia nek ?”

“selama berada disini, ada beberapa hal yang ingin nenek sampaikan padamu berkaitan dengan keadaan desa.”

“apa itu nek ?” Tanya Kizu yang heran pada sikap neneknya yang tiba tiba serius, sampai – sampai ia menurunkan kecepatan makannya.

“pertama, jangan keluar malam – malam. didesa ini bukanlah seperti di kota sana yang bilamana setiap malam ada polisi yang berjaga.” Ujar neneknya tenang. “bila kamu ingin belanja atau ada keperluan lainnya, lakukanlah disiang hari sepulang sekolah.” Lanjutnya lagi.

“hum, baiklah nek” jawab Kizu tanpa rasa penasaran sedikitpun.

“lalu untuk yang terakhir… di desa ini ada sebuah kuil yang berada di ujung timur sana. Semenjak nenek jatuh sakit, nenek jarang sekali berkunjung kesana memberi kabar. Maukah sepulang sekolah kamu kesana setiap hari untuk berdoa sambil membawa makanan ?”

“eh, Makanan ?! untuk siapa nek ?!” Tanya Kizu heran.

“kau akan segera mengetahuinnya jika kau sudah berkunjung kesana.nah, apa kau bersedia Kizu ?” Tanya neneknya lagi.

“hum, baiklah… aku tak keberatan nek.” Jawab Kizu sambil mengambil acar dengan sumpitnya.

“terima kasih banyak Kizu, nenek tahu kamu bisa diandalkan. Mulai besok Yuzu akan membawakan makanan tersebut juga bekalmu.” Nampak wajah nenek itu sangat senang.

“Yu… Yuzu itu siapa nek ?”

“eh, kau tidak tahu ? padahal kau sudah bertemu dengannya semenjak datang kemari.”

Nenek terseyum kecil melihat kebingungan Kizu, kemudian nenek menjelaskan kalau Yuzu Tachibana itu adalah gadis yang bekerja sebagai pembantu dirumahnya semenjak jatuh sakit. Gadis berambut biru langit itu menolong dengan ikhlas dan tanpa pamrih, melihat usaha yang ia lakukan… akhirnya nenek mengizinkan Yuzu tinggal dirumahnya. Meskipun setiap akhir pekan, ia pulang kerumah aslinya di desa.

-|||-

Malam menjelang, suasana didesa kini telah sepi. Tak ada satupun aktivitas yang terlihat mata, namun disalah satu sudut jalan persawahan terlihat seorang gadis berlari sambil membawa sesuatu ditangan kirinya. Gadis itu Nampak mengejar sosok hitam yang terbang dilangit luas dengan kecepatan tinggi. Sosok hitam tersebut menuju kearah gunung tempat Kizu sekarang tinggal.

Gadis tadi Nampak berusaha mengejarnya, namun kecepatan objek misterius itu begitu cepat sehingga berhasil menghilang dirimbunnya kegelapan hutan malam. ketika hendak memasuki daerah hutan untuk mengejarnya… ia merasakan ada Penghalang magis tak terlihat yang terpasang sehingga dirinya tersengat listrik dengan voltase ringan. Nampak wajah sedikit kesal karena tak dapat mengejar objek itu, dengan tangan kosong akhirnya ia segera kembali berjalan kearah desa. Disalah satu batang pohon kokoh, Nampak Yuzu memperhatikan gadis tadi dengan tatapan dingin.

Bola cahaya pagi bersinar diufuk timur memberi kehangatan pada dunia, Nampak beberapa petani sudah berada diladang sawah mereka untuk mengelola tanah subur itu menjadi lebih baik lagi. Ayam – ayam saling bersahutan membangunkan kehidupan dunia yang masih terlelap dalam tidurnya.

“tuan Kizu… bangun tuan Kizu.”

Yuzu mencoba membangunkan Kizu yang masih berada dibawah selimut tebalnya. Tak ada respon, beberapa saat kemudian Yuzu mencoba kembali membangunkan pemuda tersebut. Kizu memberiiiikan respon, namun ia Nampak terkejut ketika Yuzu sudah berada dikamarnya.

“gyaa ! ap…apa yang kau lakukan disini ?!” tanya Kizu panic.

“tentu saja membangunkan tuan muda.”

“err, terima kasih banyak… maaf merepotkanmu. Besok aku akan bangun sendiri, jadi kamu tidak usah repot lagi.”

“baik tuan muda. Makanan pagi beserta bekal anda sudah siap, silahkan anda berkemas sementara saya akan merapihkan kamar tuan.”

“HEE ?! tidak usah repot – repot, biar aku yang merapihkan kamarku sendiri.”

“tapi ini kewa-”

“lebih baik, kamu membereskan peralatan sekolahmu.”

Kizu berkata begitu karena Yuzu sudah mengenakan pakaian Sekolah yang Nampak sama motifnya seperti pakaian sekolah miliknya.

“…”

“hallo ?”

“baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu.”

“silahkan… oh iya, terima kasih banyak sudah membangunkanku… Yuzu.”

Yuzu Nampak terkejut ditambah wajah merah merona dipipinya bagaikan buah tomat segar. Ia tak menyangka kalau Kizu tahu namanya padahal ia belum memperkenalkan diri. Pemuda itu tersenyum ringan sambil memperhatikan Yuzu yang terpaku sejenak sebelum melangkah meninggalkan kamar Kizu.

Setelah kegiatan pagi selesai, Kizu segera berpamitan pada neneknya untuk berangkat ke sekolah. Nenek memberiii tahu kalau ada sepeda digudang dan sudah menyuruh Yuzu mengambilkannya, Sepeda itu sekarang sudah terparkir dihalaman rumah besar itu.

“Tuan Kizu, ini sepeda yang nyonya besar berikan pada anda. Maaf jika sepeda ini kurang bagus karena sudah agak lama ditaruh digudang”

“wuah ! ini sih bagus sekali, dilihat dari kondisinya ini masih sangat apik dan terawat. Seperti melihat sepeda yang baru keluar dari pabrik.” Antusias Kizu. Dengan sigap ia segera menaiki kendaraan sehat tersebut.

“kalau begitu, silahkan tuan Kizu berangkat duluan. Saya akan menyusul dibelakang.”

“apa yang kau bicarakan ?” Kizu segera mengambil tas Gadis itu dan menaruhnya dikeranjang depan sepeda. “sepeda ini cukup untuk berdua, ayo segera naik.” Ajaknya ringan.

“eh ?! apa yang tuan bicarakan ? saya tak pantas-”

“sudahlah, naik saja… tas mu sudah merasa nyaman kok dikeranjang ini” guyon Kizu ringan sambil tersenyum kembali.

“b…baik tuan, maaf saya merepotkan anda.”

“hum, namaku Asakura Kizu… mulai sekarang panggil saja aku Kizu. Jangan pakai embel – embel tuan ya.”

“eh ?! tapi Tuan-”

“tak apa, aku juga memanggilmu dengan nama biasa. Apa kau membantah ?”

“ti…tidak tu…maksudku tidak.”

“nah begitu, sekarang naiklah… atau kita akan benar benar terlambat”

“ba…baik.”

Akhirnya Yuzu menuruti ajakan pemuda itu, ia duduk dibelakang dengan posisi menyamping sambil berpegangan pada bantalan besi yang ia duduki.

“berpegangan yang erat, karena kita akan menempuh jalur turunan.”

Kizu mulai mengayuh sepedanya perlahan keluar dari pekarangan rumah besar tersebut, ia mulai melewati jalan turunan ringan. Riak – riak dedaunan berbisisk saat diterpa angin pagi, burung – burung bermain dengan lincah melewati dahan – dahan pohon yang tumbuh subur.

“wii~ sejuknya ! ahahahahahaha ! aku tak pernah menghirup udara pagi sesegar ini.”

“hum, memangnya di kota-”

“di kota tak ada lagi udara bersih. Memang ada beberapa bagian kota yang masih alami, tetapi lambat laun semuanya pasti tercemari.”

“…”

“maka dari itu, aku sangat suka ketika disuruh menemani nenek di desa seperti ini. Rasanya seperti hidup kembali.”

Kini kedua sejoli itu melewati jembatan sungai kecil di tengah gunung, gemericik air terdengar saling sahut menyahut memberiiikan kesan damai bagi yang mendengarkannya. Walaupun melintas sebentar, tetapi pemuda itu merasa sangat senang.

Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di bibir desa. Para petani yang mengenal diri Yuzu, segera memberii salam padanya.

“selamat pagi Yuzu chan~” sapa seorang paman petani yang kebetulan akan membajak sawahnya. “wah, ini ya ? cucu nenek Asakura yang datang jauh – jauh dari kota itu ?”

“begitulah paman, perkenalkan… namaku Asakura Kizu.” Jawab kizu sembari memperkenalkan diri.

“ya, salam kenal juga. Hehehehe~”

“nampaknya, Yuzu –chan sudah mendapatkan ‘sesuatu’ nih” goda seorang petani lainnya yang juga menghampiri.

“ti…tidak ! bukan begitu !” wajah Yuzu kini merona kembali.

Setelah cukup berbincang – bincang pagi, keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah. Tak berapa lama, sebuah gedung dengan warna dinding cream terlihat. Murid – murid desa lainnya Nampak berbondong – bondong masuk ke dalam halaman bangunan tersebut termasuk diri Kizu.

Wajah Kizu yang bisa dibilang masih asing di desa menjadi perhatian beberapa murid sekolah, apalagi dia bersama dengan Yuzu yang sudah lama sekolah disana. Setelah menaruh sepeda, Yuzu berpamitan untuk pergi duluan kedalam sementara Kizu memang harus mengurus beberapa hal yaitu pergi ke ruang Kepala sekolah. Inilah hari dimana kehidupan baru Kizu dimulai.

-|||-

Suasana kelas 3 ruang 2 begitu riuh saat wali kelas mereka memberi tahu bahwa hari ini mereka kedatangan murid baru pindahan dari kota. Beberapa anak Nampak antusias menyambut hal ini dan beberapa juga Nampak biasa atau tidak peduli, salah satunya adalah Hao Kazama. Cowok berpenampilan urakan seperti Kizu ini malah memperhatikan dunia luar dari jendela didekatnya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu yang penting daripada di dunia sekolahnya sekarang ini.

“Ka…kazama –kun…”

Sebuah panggilan lembut terdengar dari gadis berkacamata minus, berambut hitam mengembang dan dada berukuran C cup memanggil Hao yang sedang melamun. Gadis tersebut adalah Mizuki Mia, teman sekelas Hao.

“hum, ada apa Mia ?”

“hum, aku minta pendapat… menurutmu, murid baru itu seperti apa ?”

“entahlah… kalau dari kota sih… urakan, berandalan, suka menggoda, mata keranjang, dan yang pastinya akan mengejarmu.”

“hee ! takut…”

“hey kalian berdua ! hentikan ! tidak mungkin seperti itu. Kau bercandanya keterlaluan sekali hao ! bukannya itu ciri khas dirimu ?!.”

Omel gadis lainnya yang berperawakan tomboy dengan gaya rambut ponytail berwarna ungu gelap. Ia Nampak melindungi Mia dari candaan Hao yang memang keterlaluan. Namanya adalah Asalina Yuu.

“maaf deh, lagipula aku memang berpikiran seperti itu kok.”

“dasar…”

“kalau menurut Yuu –chan orangnya seperti apa ?”

“eh ?! hum… entahlah… mungkin seperti pangeran.”

“buu ! kau malah bercanda garing.” Ejek Hao.

“apa kau bilang ?!”

Tiba – tiba saja wali kelas mereka datan da membentak anak asuhnya untuk diam. Tak berapa lama, pintu kelas terbuka dan seorang murid laki – laki pun masuk. Wali kelas tadi menyuruh ia memperkenalkan diri dengan menulis namanya dipapan tulis serta menyebutkannya secara lisan.

“perkenalkan, namaku Asakura Kizu. Panggil saja Kizu, mohon bantuannya.”

Kizu memperkenalkan diri setelah menuliskan namanya dipapan dengan semangat sehingga antusias dari murid yang menanggapinya pun beragam, terutama murid perempuan yang baru melihat Kizu. Setelah memperkenalkan diri, ia disuruh duduk dijajaran tengah baris ke empat dekat dengan Mia, Hao dan juga Yuu. Disinilah awal perjalanan Kizu yang tak terduga bertemu dengan seorang gadis yang harus ia lindungi.

To Be Continued...

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Wed May 16, 2012 3:40 am

karasu megurinennya itu siapa?? rein itu apa??

kok aku mencium bakal ada harem ne.. wkakwkakwkawa

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Wed May 16, 2012 10:01 am

karasu megurinennya itu siapa?? rein itu apa??

kok aku mencium bakal ada harem ne.. wkakwkakwkawa

Karasu Megurine itu chara Heroine kisah ini. sementara Rein itu sejenis mahluk halus yang membawa aura negatif.
minum teh

harem awalnya saja...

Spoiler:
soalnya pada akhirnya yang hidup cuman Karasu sama Kizu saja... yang lainnya tewas.

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Thu May 17, 2012 5:42 am

heeeeeeeeeeeeeeeee udah ada akhirnya??? terus lanjutannya??

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Thu May 17, 2012 10:56 am

Lagi direvisi... untuk akhirnya itu masih dalam benak saya saja...
sibuk banget nulisnya
giat belajar

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Fri May 18, 2012 4:50 pm

karya nya aditya asli ya?? sugeee saya suka deskripsiya

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Sat May 19, 2012 2:46 am

Terima kasih furiez -sama. ini hanya sekedar ide simple dan sederhana saja.
Mohon Maaf

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Sat May 19, 2012 4:17 pm

soalnya kau ga bsia kalo masalah mendeskripsikan keadaan..paling lemah aku masalah itu :cry:

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Sun May 20, 2012 4:03 am

itu juga hal yang sulit... beberapa pengulangan kalimat terjadi di naskah atas...
gomen.
Mohon Maaf

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Sun May 20, 2012 8:27 am

he pengulangan kata2?? aku ga ngerasa m. malah aku menikmati yang diatas itu,.aku pernah buat cerita cm sih ga bagus deskripsiku

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Sun May 20, 2012 8:37 am

terima kasih banyak sekali lagi, saya menghargai itu
Mohon Maaf

share aja ceritanya disini
minum teh

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Sun May 20, 2012 8:59 am

bagaimana ya?? aku buat aja topicnya ya fanficku.. sebenarnya udah ada dulu.. cm mungkin hanya sedikit yang baca. itu ttg BA.ga ada deskripsinya sama sekali

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Sun May 20, 2012 9:20 am

maksudnya yang waktu itu dishare ke Fangrup BA ?
minum teh

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Mon May 21, 2012 3:46 am

oh ya.. itu yang asal2an yang penting jayus.. wkawkakwa

masih ada yang lain tp filenya kedelete T^T

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Mon May 21, 2012 1:51 pm

udah kebaca sebagian... saya sangat kasihan ke seseorang yang dijadikan tameng kedipan mata Mr.2 si Bonclay itu
Ngakak

Apa ?! kedelete ?!
Tidaaaakkk...!!!

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Tue May 22, 2012 8:10 am



maaf saya ga bs bikin cerita bagus2.. saya fokus sama ngakaknya aja

iya kedelete T^T

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Tue May 22, 2012 10:15 am

yang penting bagus dan bisa bikin tertawa.
Ngakak

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Tue May 22, 2012 4:10 pm

saya bentr langi mw post cerita lagi.. yang penting bs menghibur aja walo bahasa acak2an

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Tue May 22, 2012 4:34 pm

sangat ditunggu ! jadi penasaran
XD

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Wed May 23, 2012 6:40 am

lha ceritamu ga lanjut juga???

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Wed May 23, 2012 11:42 am

masih dibuat furiez sama... data yang lama lagi diremake.
Mohon Maaf

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Thu May 24, 2012 6:52 am

oh udah sampai mana ceritanya?? dah mw klimaks

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Thu May 24, 2012 11:03 am

baru sampai kematian temennya yang cewek imut pake kacamata itu
minum teh

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by furiez on Fri May 25, 2012 4:49 am

bayanganku jd kejadian shakugan no shana/blood C ya?? keren2

lanjutkan2

_________________
JANGANPERTANYAKANTULISANSAYA...SPASI..KEYBOARD.SAYA..RUSAK:silau: 
avatar
furiez
PALADIN

Jumlah posting : 3297
Reputation : 11
Join date : 2012-04-29
Lokasi : HEAVEN???

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Aditya555 on Sun May 27, 2012 2:40 am

memang ada unsur sadistiknya furiez sama
minum teh

_________________
Life Short is Most Brigthly than Living Eternality in a Gray Life.

avatar
Aditya555
PALADIN

Jumlah posting : 1120
Reputation : 4
Join date : 2012-05-03
Age : 24
Lokasi : Bali

Back to top Go down

Re: Higurashi no Karasu

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Page 1 of 5 1, 2, 3, 4, 5  Next

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum